Sabtu, 23 November 2013

A. PELAPISAN SOSIAL

                                     "PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL"

 

Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.


Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.


Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.


Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.

B. CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kapada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.

 

Didalam organisasi masyarakat primitif, dimana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. HAl ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut:

 

1) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;

2) Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;

3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;

4) Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlaw men);

5) Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;

6) Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Terjadi dengan Sendirinya

Sebuah lapisan yang terjadi sengaja apabila lapisan itu terbentuk secara otomatis,biasanya lapisan ini dikategorikan menurut waktu dan tempat. Misalnya kelompok-kelompok yang berusia lanjut disebut sebagai golongan tua sementara orang-orang yang masih muda disebut golongan muda. Pada lapisan ini tidak ada terjadinya pemaksaan oleh masyarakat,semuanya terjadi secara alami .

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

2. Terjadi dengan Sengaja

lapisan yang terjadi secara sengaja. Lapisan yang ada terbentuk karena adanya sistem pembagian kekuasaan, organisasi, dan cendrung bersifat memaksa. Lapisan masyarakat seperti ini  umumnya dikarena perbedaan tingkat kekuasaan. Contohnya organisasi sosial,politik,perusahaan besar dengan kata lain organisasi ini terbentuk karena adanya organisasi formal. Dalam suatu bidang pemerintah misalnya, seorang pemimpin memiliki kedudukan yang istimewa, turun sedikit kepada kaki tangannya yang memiliki posisi yang istimewa jika dibandingkan dengan masyarakat biasanya.

Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:

  1. Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.

  2. Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).

D. PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:

1. LAPISAN SOSIAL BERSIFAT TERTUTUP

Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya, pelapisan sosial dibedakan  menjadi sistem pelapisan sosial tertutup, sistem pelapisan sosial terbuka, dan sistem pelapisan sosial campuran.

  • Pelapisan Sosial Tertutup

Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas (perpindahan) dari satu lapisan ke lapisan sosial yang lain. Dalam sistem ini, satu-satunya kemungkinan untuk masuk pada status tinggi dan terhormat dalam masyarakat adalah karena kelahiran atau keturunan.

Contoh:

-       Sistem kasta di India. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana.

-       Rasialis. Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.

 Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :

 

-Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan  pendeta;

  1. Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;

  2. Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;

  3. Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;

  4. Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta.

Sistem seperti ini cendrung menyebabkan terjadinya kecemburuan sosial yang ujung-ujungnya menuju pada permasalahan sosial atau tindakan krimal yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat.

 2. LAPISAN SOSIAL BERSIFAT TERBUKA

  • Pelapisan Sosial Terbuka

Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Setiap orang memiliki kesempatan berusaha untuk menaikkan, menurunkan, maupun menstabilkan statusnya.

Contoh:

-       Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.

-       Seorang yang rendah tingkat pendidikannya dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dengan usaha yang gigih.

 3. LAPISAN SOSIAL CAMPURAN

  • Pelapisan Sosial Campuran

Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

 

E.PENYEBAB TERBENTUKNYA LAPISAN SOSIAL MASYARAKAT

Setidaknya ada beberapa kriteria yang menjadi penyebab terbentuknya lapisan-lapisan yang ada dimsyarakat :

            Pertama,Kekayaan: orang yang memiliki kekayaan paling banyak akan ditempat kan sebagai lapisan paling atas atau orang berpunya. Lapisan ini biasanya mendapatkan perlakuan yang lebih istimewa jika dibanding dengan orang-orang yang memiliki perekonomian yang rendah.

            Kedua, Kekuasaan : sama sperti lapisan orang nomor satu, seseorang yang memiliki kekuasaan yang teratas mempunyai wewenang yang sangat besar,sehingga lapisan ini memiliki kesempatan yang besar untuk menngatasi permasalahan sosial yang terjadi.Tetapi jika terjadi salah wewenang maka tindakan kriminal memperbudakkan orang lain mungkin saja terjadi.

 

 

             Ketiga, Kehormatan : pada posisi ini kedudukan seseorang tidak dipandang dari sisi kekayaan atau kekuasaan yang dimilikinya. Tapi posisi ini terbentuk karena adanya rasa hormat masyarakat kepada seseorang yang telah berjasa. Biasanya lapisan seperti ini masih banyak terjadi dimasyarakat pedesaan.

            Tidak hanya ada lapisan-lapisan yang seperti ini. Terkadang kita sering mendengar kata-kata masyarakat ekonomi atas, menengah, atau ekonomi kebawah. Memang ini adalah lapisan yang paling umum terjadi dimasyarakat dan sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang ditengah-tengah kehidupan kita.

            Masyarakat ekonomi atas, sering digambarkan dengan orang yang mempunyai kekayaan,mobil mewah, hidup mudah, dan profesi pekerjaan yang bagus. Golongan seperti ini biasanya adalah pengusaha, pemilik kebun, dan bussinessman. Sementara itu masyarakt ekonomi menengah terbagi lagi menjadi dua yaitu ekonomi menengah-atas dan ekonomi menengah kebawah. Disebut sebagai ekonomi atas karena penghasilan yang didapatkannya lebih dari cukup tapi masih dibawah penghasilan ekonomi atas.golongan seperti biasanya adalah guru,pegawai sipil, maupun wiraswasta yang berdagang kecil-kecilan. Kemudian ekonomi-menengah kebawah bisa dibilang masyarakat yang memiliki penghasilan yang pas-pasan.golongan ini misalnya,pekerja tani, penggarap sawah,pengembala. Sedangkan masyarakat ekonomi kebawah adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan yang tetap bisa dibilang masyarakat yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit yang bahkan untuk menghidupi dirinya sendiri tidak bisa. Golongan seperti ini sering diidentikkan dengan seseorang yang berprofesi sebagai pengemis, pemulung, atau budak.

 Timbul pertanyaan!

Bukannya dengan adanya lapisan-lapisan yang ada bisa menimbulkan kecemburuan antara orang miskin dan kaya, maupun sebaliknya.

            Memang orang yang hidup dengan perekonomian keatas hidupnya lebih baik dari kehidupan dibawahnya. Barang-barang mewah, rumah besar, mobil ferrary, ipad 1, laptop atau apalah itu telah memuaskan kehidupannya.Hal-hal seperti ini menyebabkan sebagian orang kaya lupa akan kedudukan dimasyarakat, kehidupan cendrung individual dan careless terhadap kehidupan diluarnya.Dari pengalaman pribadi sih , biasanya orang yang menduduki posisi ini biasanya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga lebih sering menghabiskan waktu dikantor, rasa lelah dan frustasi dengan pekerjaan menyebabkan waktu luang lebih sering dihabiskan dengan istirahat dan tidur dirumah sehingga waktu untuk berkumpul dengan tetangga hampir tidak pernah ada. Biasanya orang-orang seperti ini memiliki pendidikan sangat tinggi.Bukan berarti mereka tidak peduli. Dibandingkan kehidupan masyarakat ekonomi menengah biasanya rasa solidaritas dan keakraban antar sesama jauh lebih tinggi.Ini karena mereka mempunyai waktu luang yang lebih banyak,ya walaupun tidak semuanya, sehingga waktu untuk berkumpul dengan tetangga lebih banyak . Sementara itu masyarakat ekonomi bawah biasanya cendrung menutup diri walaupun tidak semuanya. Biasanya mereka juga super sibuk untuk mencari sedikit rezeki agar bisa makan untuk hari ini.

 Kecemburuan mungkin terjadi, sehingga tindakan krimal sering kali menimpa orang-orang yang memiliki kekayaan.Biasanya pelaku-pelaku dari tindakan ini adalah orang-orang yang tidak memiliki penghasilan dan mendapatkan tekanan ekonomi sehingga nekad melakukan pencurian,penodongan atau apalah. Karena itulah kenapa masyarakat ekonomi kebawah sering disalah jika terjadi tindakan kriminal. Mempunyai ekonomi rendah bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Berpikirlah inovatif dan kreatif kita bisa merubahnya. Seperti yang dikutip dari majalah Elshinta edisi November 2011. Nuruh Huda seorang pengusaha cendol sukses yang memiliki 500 Outlet penjualan ia hanya tamatan SD itupun tidak tamat, ia mempunyai semangat kuat sehingga sukses,tetapi ingat mencapai kesuksesan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Jadi, intinya kita bisa jika kita mau, bayangkan jika rakyat indonesia bersifat mandiri dan tidak tergantung pada pemerintah. Insyaallah semuanya pasti bisa.

            Sebagai manusia yang saling membutuhkan kita harus membantu orang lain. Meski kaya tapi peduli terhadap sesama, bukan berarti rumah besar pagar besi menghalangi diri untuk bersosialisasi. Kita butuh pertolongan orang lain apalagi dengan tetangga dan orang-orang disekitar kita. Saling menutupi kekurang, membantu yang lain. Misalnya kita bisa membantu masyarakt yang kekurangan dengan memberi sumbangan atau memberi bantuan berupa sembako ataupun uang tunai untuk mengurangi beban.

 

F. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL

Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti:

  1. Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

  2. Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

  3. Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

Para pendapat sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti:

  1. Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.

  2. Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan  bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.

  3. Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.

  4. Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh  masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.

  5. Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

 KESIMPULAN :

Stratifikasi sosial atau lapisan sosial merupakan pembedaan (difenresiasi) yang berhubungan dengan pengertian perbedaan tingkat, dimana anggota-anggota masyarakat berada didalamya. Stratifikasi ada yang terjadi dengan sendirinya dalam masyarakat, dan dapat pula dibentuk dengan sengaja dalam rangka usaha manusia untuk mengejar cita-cita bersama. Sumber stratifikasi dalam  masyarakat adalah suku bangsa (etnis) dan unsur sosial. Lapisan masyarakat ada yang keras dan ada yang lunak, yang keras misalnya: kasta-kasta india, kulit putih,da hitam diamerika serikat. Yang lunak misalnya: kelas ekonomi, kelas pendidikan, dan sebagainya yang dicapai dengan perjuangan belajar.

Jadi, kesimpulannya adalah pelapisan masyarakat terjadi berdasarkan ukuran-ukuran atau kriteria kehidupan individu, yaitu ukuran kekayaan, ukuran kekuasaan , ukuran kehormatan dan ukuran ilmu pengetahuan. 

 

THANK'S TO :

http://keyrenz.wordpress.com/2009/11/22/pelapisan-sosial-masyarakat/

http://aushuria.wordpress.com/2011/11/26/lapisan-masyarakat/

 

 

 


                                                     

Kamis, 24 Oktober 2013

ARTIKEL PEMUDA DAN SOSIALISASI

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5OjcBCgoKDQwNGg8PGjclHyU3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3N//AABEIAHkAqAMBIgACEQEDEQH/xAAbAAABBQEBAAAAAAAAAAAAAAAGAgMEBQcBAP/EADwQAAIBAwMCBAMGBAMJAQAAAAECAwQFEQASIQYxEyJBUWFxgQcUMkKRsRUjodFSweEWMzRTYoKS8PEX/8QAFAEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAP/EABQRAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD/2gAMAwEAAhEDEQA/AIUdRUqZI6MmeNX3ZIwy+nbVpb2ljjaSYu8gzgbsjOf9dUcMzU/hDIzIPOXcYHGfT1+erekK1EeKeP8AC23dgDP/ALnQT469mkw65BXk+udOx1CBgFLAtnv76ryCAOeQOOdORNkBmPvjPfQWcMjdstn+mp4cAAls/AcY1UU7A4Jzk9udWUEY3bn3dvpoLe01T/eVLOSo45PbROGVjhWB+R0IR4wDjHw05FOUbyMR9dAWEgDJ7abM8QOC65xnvocaaR1P818dsbjpkHykEkH0OgKlnibs69s86548WceIv66HfvZ8vm8qgD8GdKNQxI2sP/AaAgDx7871xj301NXRxNt8OR/io41U+M/YtyO/x12NiwyxJGeOdBZivBH+5l/pqDdKur8LdSRShs8jaDkfLTboPvAd2ZYgvoxHOnKoxSwMPHYZ7FW50A9HLVXGtpoqlJJ9r/hcYxnueOw0/dLaqgySTRmKAFY1ZTk8/wD3GrSm+6UihY282MFj3P11X3SKaumULNhACBx/XGgGZYd6iVNyn8WT7Z1XSwAkszAnORzydXtbb57fjxGDxt+b/TS4rZDVRo8dRgPznHbQUUkBV6ZW/OE4xr2imTp+Dx4DLcYg+AqgDOSPrr2gx5o6kOyvHIdhy4KkFfmNEttWRKbMsy7AAyoX/DzwPrgnHw1fVNvSemEtV968SFixm8VGdlxyGyvmAB9dQL9aZLX4NKYZPBYCYTSAAbcksvHGef66CSqFsNkkNjBPb5aeFPtcq34h6g5Gm7RHPXmKnVoWhk3lIpWbLdvKP+3U42mrpp4o4oA7PGzSKpO1fbBPz0DlNBXLt+6wwSR/hZ2QNyD8dWNOlx3v98ihEKp5GjQLzkeg1SV1XU01w8BLUPMm9YldiSBxnjVdUdWfwy4Qw1lvEKsBvHiHKgnv5v20BcV4LsxCjjJGpKhFA2kMccnVb99opiKfxEdJDlGB4fjPBA03JXzfep4oadViihRlbJbk58vbHofX00Fm823sQfprni7pPDJUNnt6nVFVXgvaqa6wwSrCZWRyR5kwDzj17dtJlutRBX0tNSRGWeq8STbIp5VR5jkfhxzoCCKeWSaBKU/ylLbpO4B7cj66uoI8qFEhdwBu4XP+ms7q+pZ7XNFR11ND4TsWjmifyzYOGOewBPA59dENtvFNUVSw4ELBiWErbByBhRn2/XQSr/dEsskTzhI0lLAGZSTxjsB89Uk/WqLNtiWhKDtuikBJ/XVf1Hf75/H6ynoo4VipYy0W7YzOCingMO+4HHvpIuHUZghnluNpEcqKf5kSKykgEBvJgd/fQXdJ13GN4c0K+3lfk6i2/wC0xKiYrV21YEVWZpFfdx6cYz3Oh2rvHUtRRSpTwqrU8gSolioonAJOAMheckjt6ai2mw3GkuUBrKYRqXGfEZQBtYE59uAdAdRdV2uqkCeEzPIRgNLjHBPr21ZRzRvCtRAG2SoHXn0Osf6gtdbbqylpaGpgqZZmCExkeGCcY8xHx1onTtVWwU/gV9TIBSIqERqu3PtwDnt76C0rC7yIm449u+e2nI4KOBPEeaUKBk/yhge+h3rW6yv03WCKpm2tg4ERXjcPzBRj9dUdl6jpLF0vEK2rqm8SbesMaB8ISeDuzwdpOM+uNASnqG1uySeDUOFJ2tsVR8++vakpXURhjnp6akmgeETF5MRmND+YrjOPjjXNBl1J1RX0lYlPBMrQq3LOuQ+eCDxnn/06apOoLhHVxtUzGaFHLOJpN4UZOQA2e2f213pm2UlX1DDDUGaalhVp5HTyBwozj3HOjeyWalTrGOtYxqaVP+HYjZUhlYCUcdiW7f4gNBMa4r/s3Pcq5Hhp4RJJTEyBJAWDL6HPr88+ms96c6ku3TxllpqmOsVlGYqks2CM8jnvg/XR71VVLYk+/paKCptlRKUmE1PkxyH1+Rx2x30A9J2Y1vVsCTUm+nNT4jQBSR4Wck4PO3b29xoNH6RvVPfunpLrcrZGjwVBgaSAEqFKhtxzk4yedZJe6KtprxURs71rv51niRj4iejY7jHbn21tFJQwUyTyWOFaOSadRLbw5xCp7Fh2DYwSo7Zxq46Zs8FiidvEaprZyDPPngn2A9Byf1zoMZgo+pKanoPvi1tGk5AoiQCJicFQBnPtwdG916y+42xaOOjliaZWUTAYMb5J2lcdu4znRv1KhrKMGjaKG402ZaaaUZWJsbS2PgpbQ9d7Pbbr0/VVSwymrgppDFOzEvIQM+f3bA7/AB0AjW181z6Wq5KbYI6Tb4yzKAMl8s4APtntz304KmvSxG3TLsk+5CplkgOP5LfmLdxuAI75070qBSU1shqvDH36tlFTTyMD4kW0ovHsGGdEnUl0tsc1MrR0keXjgeUqAyx7vNjHOMZHwzoAWC0RrbJ7xFHM8MMpaniOWARsLIFZs5wcE/Pvxq0v1lqRY6SZ/uVNRLGpL1Evnd+MKeCQeD37+/poout7pEho6Wktwkhib+TPKBFHA2DjGfN2JHA5B+Om7ncqeaz1Sz1lPG33ZnDIpKxyKN3I5z/noBC3X6cX2nrpqcOUhdVqFwdznIXaO5OfLj2B1Nsxp695KS41RpZERpEeQ7XMmQfMTwwPPHYenbVPcK+rq6CgFtpFS40L+MsUZHiAc8rjuARyOfTTUdO1X1CtLJFUTSbVDmFWbYWTPYfE6Ak//SKC1S0lPT2idaSRd29wsKvluGA/cnHbtqHdpa2K5XeoppoWjqyJdpAbILYUDjvjSaayzzyx26vtRiCLvKbdq84BJb0A8pIzkgca91Nb71aZ5YouaWZHaFomLDw1Ukg+2A3bQQqu4Uc0VNTx1cCwU7R7PEYOyYbzlskdx88Yxoour1sl6t8ljq5JrdVP4U0Sn+XG34s+2CMnA9vjoLkvy03RlNSmkYVB5pptoG0q3LD5cAg992pVj63u0yxUkktKiqC0crRhMOOPTA55HbQHNTALrda63V2425KCKJY0YAZZ2LH54RfjxoFvd9sldeKajtokFsWnNFMpiULjOUdAP8J5GcfodHPR0FbfrPc6qo8NJKmZ0QhCFChQv7gn66Cqroma2XqjWrpZYKU1UaJKHVo2VmCkL3OcHsf8tBBvi0Yr43gmmeKKCOnB8XByF9cDjGD5e2vaIxDR2u5J09dlD0yTZiD4/mRnmNyeCWT8B55BHtr2gELfU1dgWS5TCOJWpjFHHLGVeTOCwC9xj31p1X06tztMRgkSmuEMQNPUM3AyMMp91I4+HB9NC8XS7VFLJBcKSmqBFMzIzSsMbsZPA9QFJGp0f2hUKVkEFHQ1cshfYRJsCMoBzjn5Ht6fHQdutxWPpu8UcyqsQoCPBbDkVOCCCecEEZ/T31bdC1sF06RpnSOJbrbodsMvAYhSRjPxVcaznqWrem6pFxq08lU7TvAkgwVxtx/Qd++NEfTl3pKuzGC17Yq+R1pkiXAZRIwUn2wAc6DsHUN5rOqJ6OkpoPDmrMSPBHjEeSMsR8B3PrrUaTAjRSO3prN+l7HcLf1VWVVSogpUicKd4O4FuM49gvrrRqKRJkUhkjDHgOu0sPhk5/XQQa+rp6K7wJPIiLMhA3EANzjGScevbQ11Rcp7EtR4XhinqE2PG/ABOF7+nB/bU77Q7pRW3+FvX25544pWkilUL5ZFxgfUE8/DQxUX03mqttwmod1tNSlPKs4Vtrg7gcgcDkHPw0HZ7dC1+WqoKRlo4otzbagoWmYcqrdx+JflnGdU/WRNpgtVZFSrRzeMzrSlSZx4Z8xkc9znA4yMHOTog+0Cheuv3TtIr4WaZ/MOAfMh9D7DuNDN+tckt0qjLVVFyemlMbxSuxYPK+FVSxycDbnkDQK+0K/01wloKe0yQyQsvjSSwvubxMAAEDlcZI57/TUro5I4p46qczSgFfFGGdAnZmJA+Ocf0Oqno2wTydUmlrs0wo0Ms20hiwAGAp7EnI51KXqy42y3PTW+jhooqgeG0KEkL8R8ee/9tBpUfRFgu1wF/juMuUIbZEwVUwBww7jt247n30C2T7RJrd/ETUoTRsxWmSEc53fiOTyMHTPTdesFJW0Ei1FSlxRI5lQ48R2HceoClgM/9JPbQHc6CptdY9BWR7J4CFYZB5wDkY9CCCPnoN5t1dV1c1NdIJElpaqnQFWTIiPdJAM8jkq30PYHVhcZ45LhTUFyjjkeRN8ckYKhGGeGGfUds+uqboOGX/ZSx1FLKgiWmHLKcl8kNx7d/nqnuUVdZesaOFPEqKS5MR4cj7mjYEEnJ/KOMe3bQN9d2a3KsUFDBHDIqmSWOMeZt2APpwT89Vtu6HlNDSTQ+KamUMzoUJDdvDBOeAe/btnRF1rimrqGoAXJR1dwOdoI4/qdK6G6knrLnJR1qxeBBEfCZUI7YAzknOQfhjHx0BtDAbVaae30pYmFAhYZ5Pqf11S1xrq6z1scBYTPExjUjkMATgfH0Hz1eS1xhwRT+KSMrg8j4/Eazumu12rpuqKeokNHUU6yEZIbw8KNpBHwwfrnQD9TR1NbeGkneatjpEan+9th9rnjOfzYyPfHfGvarIKecW2nqKOpliFOonZFduS23OfQ9x39te0GnVigUFUGzsKHJ3AemD8tY/A6UN5aRlMiU8j8A5yMkD9860nqCvqK3puU2yjNVJWYQRyHwwoPcnOOOP66z0W6MdSzUFQ5273jVgM7+Djt7nGgf63opJaW2XlIj92qYBGXA/CwLYB+Y5/XS/szkio761ynVGWmjxGHfau9uM9j2A9tFfSMUV36MktlWc4kZZI88r2Yaop+n5aWt8KgcrT7gpO38x7D99AX3KrraKSuvlqpIXpKiPdUASZEc65weeSCMHA47+p1lc1xkq5pJp3MkkjbnZsHJ99HlkvcsLz0G4AhjDNGUG1u4PpzoHsFvhnutTTVKs4ippmVVJyzjhf7/TQS6V6qpgw9Q7QQnf4budqZ4JA7DRj9m8VJc7Nc7RXIHQusu08FT23A+hBAI0C0ss9DWFM4deDuGFdT8/Q6NOiHSm6qlipAFSpp2ePndlchhn/CQcj46Bqvjq7R1n0/S3KqaWmppmeCZscxsMc+2Mev7ar+uJWh6mvGzdsqI4ZkdTxkBSGz+v660G6WOnudypqyshRmg4Vlc5ZeeCO2MnVD9o1ljqaGa6qo+8J4auxc/gBIwB2H4ufloIPR01BLZp7m1TH/ABUxNFUeJKN6ICeQCeMjHPw0M9TiW1zmGmfFDOqNFvzudgo3vyOAST2ONVFLGsM1MxBZ1qN3PYhSp4+PJ/po3+1emo4YKapXxHqJ5dqlidsSKpyqjtyTk/20ABHcaqAiSmmeMg5Xa3bWrWK3WjrTpWiesgSO4UsmyqqMedkHJ59c8fLWURUdX9ya4JTuaVZRE0pHAY+mi/7Pp3S4NAZvAWUgSg5w4z2znj56DQ1rmavo7fYqGNLbTyJDMyNjYvoFGdPdSX+h6VvkMENGqGppw0rRqOwJAyP11Stah05elnp6t0ttcTEYuS0Um04O48kcHHtjVlDQU99t1NLdoVmnRApZu4+o/bQO1VRQdWQYpK+CLI8xWLc/xzk8enpqVcbdVUVvqq+zwQ1VcsAAVhkSBR+EYPBPJ+egq79F1VG5ns8zttJ8m/a4+R9flqtpOrOoLPMEqZXYp+SoTBGPj30Caf7Sq1qiN5LfCpz/AM1sE/I9tXiXaku9Pea1KZaape3So6hyfEITynkDsBj5Y9tBMUFHdupC1WiU1NVsXkG7Yozydp985P8A90QiyU1pu0cdBWb4pNkaQy/zC7McH4bewwdBS9MVZhudOaqZRRrG/jl8bQGRgAcd+dvGva0HqL7N4Li3jUknglYwu2MARsR64H9jrmgWJPCq40SHNKIzuJzuDAjaAO2MZ0O19urqu/rWR0US0qSqQoc73A7fI9u2jEJ2A99V3TnVVtqWmlljaGaGdoVSVl82CBuH/kNAu02qSwWWWW5mCnq6hy8iId2P8I9Of76TVWqSvtAp8JE7uJQzqSyn6EenGrqfM9V4kjsygeVPy59/np1RoB1bJTW201TT4cKomklbJcso47n4f10FdHxBLxPfq2FxReZBIF8visRhRk84598aNPtEq3pOl5wuczusX0PJ/bQd0PJXJQ19WsEddRUx8OSlbmQBhlmjHrwvI7/HQS66slrLnJS2y176iofYzyKefUAH0A0b2Lpuns0a+GTLUEYkmORu+Q9tVv2fx2yWGeroKuapfO3ZMMfd1PIQDJ+p0YZPvoECJvc6jV9E1VTPB47Qh8eaPG4c59cj09tTMnXckjsP00AvB0bQQzpO0lRIysWG9wQCe5xj10B/anVVE9/ShA8tPCvhgt3Lev7DWxEHcDuOMcrxg6xT7Tuer6rudsUYyT/05x9M6Ao6istbbuiBboxTCjpIlklfkuz7ssfbGSfjoNtUFfUvF/DKOeeUtjMY8q/M+g+utSulzEVAqoY2hNCZGMn4eVG3P1Ok9LtW3C1JVVAlpRJ+AcAuvv8AL20HqCC7XW0PTX6mip5lkGx42DnykENzkZ1OstQZvGibCVKt5oc+ZB6Z+ec4+PrqYtPKFx47H4tzpmltqwVk9WJmM034yT/poJSqZE3JtZSe+4ahXOz01zg8KsSN0HYkjI+I1YBcDhtVnUUwislaQ86sIW/4cAyf9gPr7aAAv60cNNVrGESKnRI0DcFjkAfrz8eDpmSqqoLfSVQgYyrIWFTsIUgHgY9/8tTLVaje7XUpcpfDjlm3Ixb7vNgKACylGBPf14yffRlbY6aGkS3LTBaeNdqbShTHPH4iT39tAM2v7QK2DBmhjYDkmMkZ+h4OvamXjo2lljaS3N4U+chDwvy7dtd0F6Hw2STx8NBtssrTC50F+pWMElT4sFTCdpkBPIOPMPwqc6LyedLUfDQLWoQDCq2NOrOTjCNj56bA47a75scAaAZ+0rxKixRJEjsBN4jhPQBTyf11L+zy119qsyPIkcU07GRtx3ccBexx25+ul3yxLemQ1EsqqoK4jbG4H31Y0FPUUkCU6ylkjGFyMnGguIKdIi3hxxRljliigZPvxqQIxzuYfXVajSnu2nlLZ550EvYoGQRzpuEOIwJmRn9SowD9NNBJPFLmTybQNm0cH3zpYA9Rn5nQOEqOSQPrrIus7WK7riUIhSnqCniVIU7UyuCxPY4wNaw0SN3XTTU0Z/IP00FPBaIHliWtqYqijihjRYSOGZVAyw9gQTjnuPbV94iFQFZMY4A0wKWL/lr+mlrEF4CgfTQOtgqcHv66RpW0eg13GgSQCNI8JAoAHAGMacxnXCDoGjEvtrixIpJCqCeSQNPY99cOgRga9rx13QVXA0tTps66mgkDAGlgZ5500ew0uPuNA8oGNLC6aXudLHbQPKB2OlAY7aaXSjoFQxJCpVM+Ztxy2edOfLTY7DXjoHdexnSR217QdxrjAkEBtpxwfbSR+LXToOqCFG4hm9SBjP00vSB20vQJYc6SeNKfSPfQcJ1wnOvHsdJ0Hjzr2vHXtB//2Q==

Bentrok Antar Pelajar di Perempatan Slipi, 3 Pelajar Diamankan

Septiana Ledysia - detikNews 

 

Jakarta - Tawuran antar SMK Tri Arga dengan SMK Muhammadiyah 4 pecah di perempatan Slipi Jaya tepatnya di bawah Fly Over Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Akibat dari tawuran ini, tiga orang pelajar dari SMK Tri Arga, Kebon Jeruk digelandang ke Polsek Palmerah.


"Tiba-tiba anak-anak Muhammadiyah gedor-gedor bus, terus bus-nya langsung berhenti, saat itu anak-anak yang lain pada kocar kacir, lalu kita bentrok disitu," ujar Mirza yang baru kelas I jurusan komputer saat di ruang SPK Polsek Palmerah, Kamis (5/9/2013).


Mirza mengatakan, tawuran semakin memanas saat pelajar dari SMK Muhammadiyah mengeluarkan senjata tajam. Akibatnya, dia dan teman-temannya disuruh turun oleh sopir bus.


"Mereka ada yang mengacung-acungkan celurit juga, sopirnya takut, bus-nya berhenti disitu juga, yaudah gak bisa dihindarin, kalo kita sih tadinya gak mau tawuran," ujar Alam.


Bentrokan antar pelajar tersebut tidak berlangsung lama karena ada petugas polisi yang melepaskan tembakan peringatan. Petugas SPK Polsektro Palmerah, Aiptu Syafei mengatakan, dari ketiga pelajar yang diamankan tidak satupun membawa senjata tajam.


"Mereka harus buat pernyataan dulu, berjanji tidak akan mengulangi tawuran, orang tua mereka sedang kami panggil untuk menjemput," imbuh Aiptu Syafei.

news.detik.com/read/2013/09/05/172409/2350542/10/bentrok-antar-pelajar-di-perempatan-slipi-3-pelajar-diamankan

 

      Masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja. Untuk mengetahui tentang latar belakang kenakalan remaja dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual, individu sebagai  satuan pengamatan sekaligus sumber masalah. Untuk  pendekatan sistem, individu sebagai satuan pengamatan sedangkan sistem sebagai sumber masalah. 

 Berdasarkan  penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ternyata ada hubungan negative antara kenakalan remaja dengan keberfungsian keluarga. Artinya semakin meningkatnya keberfungsian sosial  sebuah keluarga dalam melaksanakan tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya maka akan semakin rendah tingkat kenakalan anak-anaknya atau kualitas kenakalannya semakin rendah. Di samping itu penggunaan waktu luang yang tidak terarah merupakan sebab yang sangat dominan bagi remaja untuk melakukan perilaku menyimpang. 

 

     Dari sudut pandang penulis, tawuran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh 2 kelompok / lebih yang berisikan individu – individu yang kehilangan moral dan akal sehatnya.

           Sekarang ini, kita sering menjumpai maraknya aksi tawuran, tidak memandang usia maupun status sosial, tawuran seakan – akan membudaya di masyarakat kita, yang lebih menjadi sorotan, adalah bahwa banyak diantara para pelaku tawuran yang masih duduk di bangku SD, SMP, SMA, dan juga Mahasiswa. Sedih kalau melihat kalangan pelajar negeri ini sekarang bukan berlomba – lomba menciptakan prestasi yang dapat dibanggakan di kalangan masyarakat maupun dunia internasional, akan tetapi justru berlomba menunjukan siapa yang paling kuat dan “berkuasa”.

          Menurut pendapat saya tawuran merupakan ekspresi kekerasan pelajar. Mungkin ekspresi ini dapat disebabkan beberapa faktor, sepertinya lemah pengasuhan dan ketahanan keluarga, misalnya pendidikan yang tak berorientasi pada pengetahuan. Tawuran  dapat dipicu oleh ketidakkemampuan orang dewasa memahami dunia anak, energi yang tidak tersalurkan dengan baik, dan fasilitas terbatas. Kemudian tekanan sistem pendidikan yang membuat anak stress, pengaruh kelompok atau pergaulan, dan serta kurangnya pemanfaatan waktu luang pelajar. Jadi saya setuju jika waktu luang yang dimiliki para pelajar dimanfaatkan dengan baik misalnya membina bakat para pelajar, agar pelajar tersebut tidak mengikuti tawuran yang sedang marak terjadi.

 

C. PERGURUAN DAN PENDIDIKAN

PERGURUAN DAN PENDIDIKAN

MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA
Pada negara-negara yang sedang berkembang ternyata masih banyak mendapat kesulitan untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan. Sehubungan dengan itu, negara-negara sedang berkembang merasakan selalu kekurangan tenaga terampil dalam mengisi lowongan-lowongan pekerjaan tertentu yang meminta tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Kekurangan tenaga terampil itu terasa manakala negara-negara sedang berkembang merencanakan dan berambisi untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber alam yang mereka miliki. Misalnya dalam eksplorasi dan eksploitasi sektor pertambangan, baik yang berlokasi di darat maupun yang ada di lepas pantai.
Hal yang sama juga dirasakan manakala negara-negara sedang berkembang berniat untuk melaksanakan program-program industrialisasi yang menuntut tenaga-tenaga terampil berkualitas tinggi.
Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, pada umumnya para generasi muda mendapat kesempatan luas dalam mengembangkan kemampuan dan potensi idenya. Para mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda, didorong, dirangsang dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan suatu ide/gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk barang, dengan berorientasi pada teknologi mereka sendiri.
Gagasan dan pola kerja yang hampir serupa telah dikembangkan pula di negara-negara Asia, misalnya : Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan. Jerih payah dan ketentuan para inovator pada sektor teknologi industri itu membawa negara-negara itu tampil dengan lebih meyakinkan sebagai negara-negara yang berkembang mantap dalam perekonomiannya.
Sebagaimana upaya bangsa Indonesia untuk mengembangkan potensi tenaga generasi muda agar menjadi inovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi.
Pembinaan sedini mungkin difokuskan kepada angkatan muda pada tingkat SLTP/SLTA, dengan cara penyelenggaraan lomba karya ilmiah tingkat nasional oleh :Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Minat generasi muda untuk mengikuti lomba karya ilmiah dari berbagai cabang disiplin ilmu itu ternyata lebih banyak dari perkiraan jumlahnya. Yang sangat menggembirakan, dalam usia yang belia itu mereka telah mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang cukup membuat kagum para cendikiawan tua.
Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi, lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal. Mereka dibina digembleng di laboratorium-laboratorium dan pada kesempatan-kesempatan praktik lapangan.
Kaum muda memang betul-betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka.

PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI
Arti penting dari pendidikan adalah sebagai upaya untuk terciptanya kualitas sumber daya manusia, sebagai prasarat utama dalam pembangunan. Suatu bangsa akar berhasil dalam pembangunannya secara ‘self propelling’ dan tumbuh menjadi bangsa yang maju apabila telah berhasil memenuhi minimum jumlah dan mutu (termasuk relevansi dengan pembangunan) dalam pendidikan penduduknya. Modernisasi Jepang agaknya merupakan contoh prototipe dalam hubungan ini.
Masalah pendidikan bukan saja masalah pendidikan formal, tetapi pendidikan membentuk manusia-manusia membangun. Dan untuk itu diperlukan kebijaksanaan terarah dan terpadu di dalam menangani masalah pendidikan ini. Rendahnya produktivitas rata-rata penduduk, banyaknya jumlah pencari kerja, “Under utilized population”, kurangnya semangat kewiraswastaan, merupakan hal-hal yang memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh.
Sebab hal itu semua akan berarti belum terlepasnya Indonesia dari belenggu keterbelakangan dan kemiskinan sebagaimana diharapkan pendidikan yang dapat mengembangkan semangat “inner will peningkatan kemampuan diri dan bangsa” yang terpencar dalam pembangunan pendidikan mental, intelektuan dan profesional bagi seluruh penduduk dan pemuda Indonesia.
Sebagai satu bangsa yang menetapkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan negara Indonesia, maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan dengan tujuan menurut Pancasila. Dalam implementasinya, pendidikan tersebut diarahkan menjadi pendidikan pembangunan, satu pendidikan yang akan membina ketahanan hidup bangsa, baik secara fisik maupun secara ideologis dan mental. Melalui pendidikan itu diharapkan bangsa Indonesia akan mampu membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan, melalui suatu alternatif pembangunan yang lebih baik, serta menghargai kemajuan yang antara lain bercirikan perubahan yang berkesinambungan.
Untuk itu maka diperlukan adanya perubahan-perubahan secara mendasar dan mendalam yang menyangkut persepsi, konsepsi serta norma-norma kependidikan dalam kaitannya dengan cita-cita bermasyarakat Pancasila. Dalam hal ini kiranya pemerintah telah cukup berhasil dalam menegakkan landasan-landasan ideal serta landasan koseptual terhadap pembaharuan pendidikan menuju sistem pendidikan nasional yang tepat arah dan tepat guna.

ALASAN UNTUK BERKESEMPATAN MENGEYAM PENDIDIKAN TINGGI
Pembicaraan tentang generasi muda/pemuda, khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting , karena berbagai alasan.
Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya, karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam pemikiran,pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam masyarakat. Kesempatan ini tidak tidak dimiliki oleh generasi muda pemuda pada umumnya. Oleh karena itu, sungguh pun berubah-ubah, namun mahasiswa termasuk yang terkemuka di dalam memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara nasional.
Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosiaslisasi terpanjang secara berencana dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya. Melalui berbagai mata pelajaran seperti PMP, Sejarah, dan Antropologi maka berbagai masalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat diketahui.
Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya. Hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaannya , sehingga mampu melihat Indonesia secara keseluruhan.
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda/pemuda, umumnya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Dan adalah jelas bahwa mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan berorganisasi yang lebih baik dibandingkan generasi muda lainnya.

KESIMPULAN
Bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa, kita harus meneruskan generasi bangsa yang bersifat baik untuk kemajuan masa depan kita, terutama untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.
kita sebagai mahasiswa , kita harus memiliki potensi yang dimiliki oleh generasi muda sebagai bentuk contoh untuk mengembangkan generasi penerus bangsa.Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi, lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal. Mereka dibina digembleng di laboratorium-laboratorium dan pada kesempatan-kesempatan praktik lapangan.
Kaum muda memang betul-betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka.
oleh karena itu kita harus memiliki potensi dan semangat untuk berkesampatan mengenyam pendidikan setinggi mungkin, agar kita dapat memiliki orientasi untuk masa depan serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
Demikian kesimpulan yang dapat saya jabarkan.

http://illaphuw.blogspot.com/2010/11/pemuda-dan-sosialisasi.html

B. PEMUDA DAN IDENTITAS

1. POLA DASAR PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Maksud dari Pola Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda disusun berlandaskan :

1. Landasan idiil : Pancasila

2. Landasan konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945

3. Landasan strategis : Garis-Garis Besar Haluan Negara

4. Landasan historis : Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

5. Landasan normatif : Etika, tata nilai, dan tradisi luhur

yang hidup dalam masyarakat


Motivasi dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti telah terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV.

Atas dasar kenyataan di atas diperlukan penataan kehidupan pemuda karena pemuda perlu memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan pembangunan. Hal tersebut mengingat masa depan adalah kepunyaan generasi muda, namun disadari pula bahwa masa depan tidak berdiri sendiri. Ia adalah lanjutan masa sekarang dan masa sekarang adalah hasil masa lampau. Dalam hal ini, maka Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi-situasi lingkungan, untuk dapat merelevansikan partisipasinya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu pula kualitas kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsa merupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.

illaphuw.blogspot.com/2010/11/pemuda-dan-sosialisasi.html

2. PENJELASAN DUA PENGERTIAN POKOK PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA.



Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu :

-        1. Generasi Muda sebagai Subyek

Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.

-         2. Generasi Muda sebagai Obyek

Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.


SUMBER :  http://diananuramalina.ngeblogs.com/2011/10/03/pemuda-dan-sosialisasi/ 



·       
       PenGertian Identitas

Sedangkan identitas atau jati diri (kepribadian) adalah sikap atau sifat yang ada dalam diri seseorang. Pada saat usia masih mudalah biasanya orang mulai melakukan pencarian jati diri atau mengenali identitas dirinya. Siapa dia dan bagaimana dia.
·         Pemuda dan Identitas

Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi.
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan.

ΓΌ  Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan  yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kreativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.
Dalam tahap pencarian identitas inilah terkadang masih menemukan kendala. Apalagi dizaman yang serba bebas sekarang ini. Pergaulan merupakan faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang pemuda. Hal itu dapat dibuktikan dengan melihat cara media masa, karena banayk sekali sisi positif dan negatifnya. Yang kita takutkan sekarang adalah dari sisi negatinya. Contohnya saja diri video-video yang tidak baik, pembunuhan di kalangan pemuda, pemerkosaan, dll.Dan banyak juga pelaku-pelaku pemuda yang tidak bertanggug jawab. Mulai dari tawuran antar pelajar, perkelahian antar geng, narokoba, dan tindakan asusila lain. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa moral pemuda zaman sekarang sudah menurun dibanding pemuda generasi sebelumnya. Pemuda mulai kehilangan jati dirinya karena mereka cenderung ikut-ikutan ke dalam pergaulan yang bebas saat ini.


3. Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.
http://caloninsinyur-rendi.blogspot.com/2011/11/pemuda-dan-identitas.html

4. POTENSI-POTENSI GENERASI MUDA


Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.

b. Dinamika dan Kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda, maka generasi muda memiliki potensi kedinamisan dan kreatifitas yakni kemampuan dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan-kekurangan yang ada atau pun mengemukakan gagasan-gagasan/alternatif yang baru sama sekali.

c. Keberanian Mengambil Risiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung risiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun mengambil risiko itu adalah perlu jika kemajuan ingin diperoleh.
Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung risiko, kesiapan pengetahuan, perhitungan dan keterampilan dari generasi muda akan memberi kualitas yang baik kepada keberanian mengambil risiko.

d. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda akan merupakan daya pendorong untuk mencoba maju lagi.

e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya, agar dengan demikian mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.

f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kuantitatif maupun dalam arti kualitatif generasi muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi-generasi pendahuluannya.

g. Keanekaragaman Dalam Persatuan dan Kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat. Keanekaragaman tersebut dapat merupakan hambatan jika hal itu dihayati secara sempit dan ekslusif.

h. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan dan turut serta memiliki bangsa dan negara di kalangan generasi muda perlu lebih digalakkan, pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapannya untuk membela dan mempertahankan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat ini generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional.

i. Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan terus menjadi sikap kestaria di kalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.

j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan tekonologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai transformator dan dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidikan serta penerapan teknologi, baik yang maju, madya maupun yang sederhana.

illaphuw.blogspot.com/2010/11/pemuda-dan-sosialisasi.html


5. TUJUAN POKOK SOSIALISASI

Tujuan pokok sosialisasi adalah :

1. Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.

2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.

3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.

4. Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat umumnya.


Faktor lingkungan bagi pemuda dalam proses sosialisasi memegang peranan penting, karena dalam proses sosialisasi pemuda terus berlanjut dengan segala daya imitasi dan identitasnya. Pengalaman demi pengalaman akan diperoleh pemuda dari lingkungan sekelilingnya. Lebih-lebih pada masa peralihan dari masa muda menjelang dewasa, di mana sering terjadi konflik nilai, wadah pembinaan harus bersifat fleksibel, mampu dan mengerti dalam membina pemuda harus mematikan jiwa mudanya yang penuh dengan fasilitas hidup.

illaphuw.blogspot.com/2010/11/pemuda-dan-sosialisasi.html


KESIMPULAN.

1. Jika dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya, setiap generasi memiliki cirri-ciri khas corak atau watak pergerakan / perjuangan. Sehubungan dengan itu, sejak kebangkitan Nasional, di Indonesia pernah tumbuh dan berkembang tiga generasi yaitu generasi 20-an generasi 45 dan generasi 66, dengan masing-masing ciri khasnya.

2. Ada dua regenerasi, yaitu

a. Regenerasi yang berlangsung alamiah. Artinya generasi berjalan lumrah seperti yang terjadi pada kelompok dunia tumbuhan atau hewan. Proses regenerasi ini berjalan sebagai biasa-biasa saja, berlangsung secara alami, tidak di ekspos atau dipublikasikan.

b. Regenerasi berencana, artinya proses regenerasi ini sungguh-sungguh direncanakan, dipersiapkan. Pada masyarakat, suku-suku primitip, proses regenerasi dibakukan dalam lembaga dapat yang disebut inisiasi. Oleh karena itu system regenerasi seperti ini lebih tepat disebut regenerasi Kaderisasi. Pada hakikatnya system regenerasi-kaderisasi adalah proses tempat para kader pimpinan para suku atau bangsa digembleng serta dipersiapkan sebagai pimpinan suku atau bangsa pada generasi berikutnya. 

Menggantikan generasi tua. Regenerasi-kaderisasi suatu suku atau bangsa diperlukan untuk dipertahankan kelangsungan eksistensinya serta kesinambungan suatu generasi atau bangsa, disamping dihadapkan terjaminnya kelestarian nilai-nilai budaya nenek moyang.

3. Demi kesinambungan generasi dan kepemimpinan bangsa Indonesia telah memiliki KNPI dan AMPI sebagai wadah forum komunikasi dan tempat penggembleng. Menempa dan mencetak kader-kader dan pimpinan bangsa yang tangguh dan merakyat.

4. Generasi muda Indonesia mulai turut dalam peraturan aksi-aksi Tritura, Supersemar,

5. Bidang pendidikan yang dapat menopang pembangunan dengan melahirkan tenaga-tenaga terampil dalam bidangnya masing-masing dapat digolongkan dalam tiga bidang yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal.

A. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI

PEMUDA DAN SOSIALISASI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBNrN6Ul9Pd_-wcvuAz9GGQyUgD18_cY2SkraGgC-veywcilmka1ka4yci0JRTm1CEtPONK4jPTT5FsBkZsmvZjDlhYwG946TIsk-Z2yjwbnZuYea9gm7WmSjnbMo9gEUgmeSK3CSdZH8/s1600/13197808582035483881.jpg

1. Pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.

 

2. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dalam anggota masyarakat dan hubungan sosial.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLSukNzjqwhIkM62jg4mXPeoghzOsf0Ac_kivzc2Sa9S7LSkSFVy84I1VSLLuqN74zlZ8fx7V6khevuCya_rLUh8diZMCJ8nLH9qK1uWVaHGn91M5oYT3w_CZ6wn4gbqhacMtXrqzEP6Ld/s320/Socialization.jpg 

3. Internalisai belajar dan Sosialisasi

Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma - norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.

4. Proses sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain: Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.

Melalui proses sosialisasi, pemuda merubah cara berpikir dan kebiasaan hidupnya. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di kehidupan masyarakat dan lingkungannya. Kepribadian seorang pemuda dapat terbentuk melalui proses sosialisasi. Dalam hal sosialisasi dikatakan sebagai proses yang membantu individu belajar dan menyesuaikan diri serta bagaimana berpikir dapat berfungsi dalam kelompok.

Media Sosialisasi antara lain :

A. Keluarga

Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya.

B. Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal.
C. Temanbermain(kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.
  D. Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.

Peranan Media Massa
masa remaja yang merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
dimana ditandai beberapa ciri:
* keinginan memenuhi dan menyatakaan identitas diri.
* melepas diri dari ketergantungan orang tua
* memperoleh akseptabilitas di tengan sesama remaja.
Dengan ciri-ciri ini, remaja cenderung melahap begitu saja arus informasi yang sesuai dengan keinginan mereka.

upaya penangkalan:
* Pentingnya membekali remaja dengan keterampilan yang mencakup kemampuan menemukan, memilih, menggunakan dan mengevaluais informasi.
* Selain itu, diperlukan melakukan intervensi ke dalam lingkungan informasi mereka secara interpersonal.
* pemecahan lainnya adalah dengan bimbingan orangtua dalam menngkonsumsi media massa
* sedangkan media massa harus tetap konsisten dengan kode etik dan tanggung jawab sosial yang di embannya.

e. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.

Tujuan Pokok Sosialisasi :
o Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
o Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
o Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
o Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

5.  Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTnLqFAa983Dg3ZlF5I3__PvuHLyJMf56XJIRIIf_bXt-OhuMNCK5FiNKtpMmy8e3PWvlhl5S_hK9w3AJBzeatFms7TNM4NEsjMMl36-e-r0Sm7FdeEp0nUV91VBVyognuKX8zzutTd-Fs/s320/peranan+mahasiswa.htm
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi

malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.

Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia.

6. Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Di negara-negara maju, salah satu di antaranya adalah Amerika Serikat, para mahasiswa sebagai bagian generasi muda, didorong, dirangsang dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan suatu ide / gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk barang, dengan berorientasi pada teknologi mereka sendiri. Untuk mengembangkan ide-ide / gagasan-gagasan itu, Institut Teknologi Maschussets (MIT) Universitas Oregon dan Universitas Carnegie Mellon (CMU), telah membuat proyek bersama berjangka waktu lima tahunan, melibatkan sekitar 600 mahasiswa dan 55 anggota fakultas dalam program-program belajar dan membaharu dalam wadah Nasional Science Foundation (NSF), di masing-masing pusat inovasi universitas-universitas tersebut. Hasil yang dicapai proyek itu : Lebih dari dua lusin produk, proses atau pelayanan baru telah dipasarkan dan menciptakan hampir 800 pekerjaan baru, dan memperoleh hasil penjualan sebesar $46,5 juta (Kingsbury. Louise, 1978:59) [3].
Gagasan dan pola kerja yang hampir serupa telah dikembangkan pula di negara-negara Asia, misalnya : Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan. Jerih payah dan ketentuan para inovator pada sektor teknologi industri itu membawa negara-negara itu tampil dengan lebih meyakinkan sebagai negara-negara yang berkembang mantap dalam perekonomiannya.
Sebagaimana upaya bangsa Indonesia unrtuk mengembangkan potensi tenaga muda agar menjadi inovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi.

Kesimpulan

Pemuda sesungguhnya bukan sekadar bagian dari lapisan sosial dalam masyarakat. Mereka memainkan peranan penting dalam perubahan sosial. Tapi, jauh daripada itu, pemuda merupakan konsepsi yang menerobos definisi. Hal itu disebabkan keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah, melainkan lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural. ‘Pemuda harapan bangsa’, ‘pemuda pemilik masa depan bangsa,’ dan sebagainya, betapa mensyaratkan nilai yang melekat pada kata ‘pemuda’. Pernyataan menarik tersebut, dalam konteks Indonesia sebagai bangsa, menemukan jejaknya.

Sosok pemuda selalu terkait dengan peran sosial-politik dan kebangsaan. Itu dapat dipahami mengingat hakikat perubahan sosial-politik yang selalu tercitrakan pada sosok pemuda. Citra pemuda Indonesia tidak lepas dari catatan sejarah yang telah diukirnya sendiri.

 


http://pandanwulan.wordpress.com/2011/11/03/tugas-ilmu-sosial-dasar-pemuda-dan-sosialisasi/